Industri apa yang akan mengubah masa depan?




Pertanyaan seperti ini seharusnya menjadi pertanyaan populer.
Tapi, mungkin tidak akan banyak orang yang mau menjawab, karena jika kita bisa tau teknologi apa yang bisa mengubah masa depan kemungkinannya cuma 2, teknologi tersebut di musnahkan, atau teknologi tersebut di kembangkan dengan sangat cepat dan cenderung ekslusif untuk beberapa golongan/perusahaan.
Apa yang akan saya tulis dibawah ini, merupakan Industri/teknologi yang sudah ada dari jaman dulu kala, sampai hari ini masih dikembangkan, dan cenderung disepelekan oleh orang banyak.
Apakah Anda tahu, kira-kira teknologi apa yang saya maksud? Mungkin sekarang Anda juga bekerja menggunakan teknologi ini.
yap, BATTERY!
Sebagai sejarah singkat, Battery pertama kali dikomersilkan dengan tipe Lead-Acid Battery pada tahun 1859Battery yang ada di motor/mobil kita (diasumsikan mobil/motor kita tidak termasuk electric vehicle). Setelah 58 tahun kemudian, tidak ada perkembangan yang cukup signifikan.
Kemudian pada tahun 1965 muncul battery yang cukup terkenal sampai hari ini, Lithium-ion Battery, yang diproduksi oleh Sony Corporation. Semenjak saat itu, battery dikembangkan dengan sangat baik dan dalam pengawasan yang cukup ketat karena energy density yang cukup besar disimpan dalam wadah yang sekecil mungkin. Battery ini juga menempati bagian yang cukup besar dalam laptop dan ponsel kita. Para ilmuwan mencari cara yang lebih efektif dengan mengganti elektroda dan anoda pada battery untuk mendapatkan ruang penyimpanan dengan lebih efektif.
Mengapa teknologi ini akan merubah masa depan?
Karena saat ini, kita terlalu bergantung dengan bahan bakar fosil. Saya membuat vlog saya sendiri untuk membahas masalah ini di youtube. Bahan bakar fosil mulai digantikan dengan renewable fuel atau renewable energy. Kita mulai banyak menggunakan gerak air, gerak angin, dan sinar matahari sebagai energi alternatif. Masalahnya tidak semua orang bisa mempunyai akses ke energi tersebut kecuali sinar matahari. Apa yang terjadi jika generator tersebut tidak menghasilkan listrik, dan hanya beroperasi pada waktu-waktu tertentu? jawabannya adalah, kita harus membuat “kapasitor” yang cukup besar untuk menyimpan energi tersebut. Tesla membuat “kapasitor” itu dengan sebutan POWERWALL.
Powerwall berfungsi sama dengan powerbank yang kita gunakan untuk mengisi daya ponsel kita ketika kita tidak punya akses ke listrik. Sebuah powerbank yang cukup besar, yang dapat menerangi sebuah rumah di waktu malam hari. Tenaga yang diambil, bisa dari listrik PLN atau sumber lainnya. Apa isi dari powewall tersebut? Batteries, lots of batteries.
Seperti ini bentuk satuannya.
Tapi, jika teknologi ini bagus, kenapa tidak populer?
Karena mahal. Battery Lithium-Ion yang kita kenal sekarang harganya tidak bisa dibilang murah. Sebagai contoh, untuk mobil listrik Tesla, sekitar 70% dari harganya adalah untuk membeli batterynya. Saya punya perhitungan dasar untuk membandingkan harga battery dan penggunaan listrik PLN, jika Anda tertarik, berikan komentar/upvote, nanti saya akan edit postingan saya ini.
Jika Anda hidup di perkotaan besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dst. Anda tidak perlu repot-repot membuang uang untuk berinvestasi dengan membuat sistem ini. Harga sistem off-grid ini masih cenderung mahal karena harga battery yang tinggi. Harga per Kwh PLN lebih murah daripada harga per Kwh sistem off-grid. Tapi jika Anda tinggal di daerah yang tidak terjangkau oleh PLN, off-grid system ini menawarkan solusinya (jika Anda tau bagaimana cara membuatnya, dan punya dana nya).
Lalu, apa selanjutnya?
Para ilmuwan sedang berusaha untuk membuat battery yang lebih baik lagi dengan menggunakan Graphene[1] . Jika Anda mempunyai waktu, tontonlah video singkat tersebut. Anda akan heran dengan bagaimana bisa material sederhana seperti itu mempunyai property se-keren itu.
Elon Musk, CEO Tesla, dengan senang hati akan membuka patent mereka untuk mobil listrik mereka, semua orang boleh belajar, semua orang boleh tahu isi mobil tersebut. Tapi tidak dengan teknologi battery nya. Dia juga membuat GIGAFACTORY di Nevada untuk memproduksi battery mereka sendiri.
Apa artinya? Artinya, semua produsen akan berlomba-lomba membuat kendaraan listrik (EV - Electric Vehicle) tapi yang akan menguasai battery-lah yang akan merubah jalur bisnis dan masa depan.
Battery adalah sebuah teknologi dan industri yang akan berperan besar di masa depan. A clean energy.
Terima kasih sudah membaca sampai dibawah.

1 Response to "Industri apa yang akan mengubah masa depan?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel